Pengertian, Structure, Ciri-Ciri Anecdote Text dan Contohnya

Share to Friends:

A. Pengertian Anecdote Text dan Contohnya

Menurut situs Vocabulary, yang dimaksud dengan Anecdote adalah: “The roots of anecdote lie in the Greek word anekdota, meaning “unpublished.” The word’s original sense in English was “secret or private stories”. But the most common sense today is that of a funny story about something that happened.” Istilah anecdote berasal kata anekdota yang berarti “tidak dipublikasikan/tidak diumumkan”. Sebenarnya istilah ini digunakan untuk sebuah cerita rahasia atau cerita pribadi. Namun kemudian terjadi pergeseran makna dan pemahaman istilah Anekdot menjadi sebuah cerita lucu.

B. Tujuan atau Pupose Anecdote Text

Tujuan komunikatif anecdote text adalah untuk menceritakan kejadian pada masa lampau yang bertujuan untuk menghibur pembaca atau pendengar dengan cerita yang tidak lazim atau yang dapat membuat orang tertawa.

C. Generic Structure Anecdote Text

Susunan atau struktur umum sebuah anecdote text adalah:

  1. Abstract
    Pada bagian ini, penulis akan memulai tulisan dengan mengenalkan sesuatu yang unik atau ganjil secara singkat sehingga mengundang perhatian pendengar atau pembaca dan membuat penasaran bagaimana itu bisa terjadi. Biasanya – walaupun tidak mutlak – penulis akan memulainya dengan mengajukan sebuah pertanyaan.
  2. Orientation
    Setelah mampu membuat pendengar atau pembaca penasaran, kemudian penulis akan mulai dengan memperkenalkan setting tempat, pelaku, waktu dari sebuah cerita. Bagian ini memiliki fungsi yang sama seperti pada Narration Text.
  3. Crisis
    Bagian ketiga generic structure dari anecdote text adalah Crisis. Setelah pada bagian abstrack penulis menceritakan hal unik secara singkat, pada bagian inilah kemudian penulis mempertegas keunikan dan keganjilan yang terjadi sehingga grafik curiosity (penasaran) pembaca mengalami peningkatan.
  4. Reaction atau Incident
    Pada bagian inilah penulis mengakhiri rasa penasaran akan hal ganjil atau unik dalam cerita tersebut dengan menceritakan bagaimana pelaku memecahkan masalah atau keganjilan yang terjadi. Dan pada bagian inilah biasanya pembaca atau pendengar mendapatkan pemecahan masalah secara menggelitik atau lucu.
  5. Coda (optional/tidak harus)
    Coda adalah kesimpulan yang bisa ditarik dalam cerita lucu tersebut yang biasanya akan mengundang tawa pendengar atau pembaca yang lebih besar lagi. Namun bagian generic structure anecdote text ini tidak selalu ada dalam cerita anecdote.

D. Ciri-ciri Anecdote Text

  1. Menggunakan past tense baik itu simple past tense, past continuous maupun past perfect tense>
    contoh: Last night, I met a beautiful girl wearing swimsuit in the middle of crowded people.
  2. Menggunakan conjunction of time, yaitu kata sambung yang menunjukkan urutan kejadian.
    contoh: before, after.
  3. Menggunakan rhetoric question, yaitu pertanyaan yang kadang tidak membutuhkan jawaban karena penanya lebih tahu jawabannya. Hal ini sekedar untuk berinteraksi dengan pendengar atau pembaca.
    contoh: Do you know why? (tahukah kamu kenapa?)
  4. Menggunakan exclamation atau kata seru seperti:
    contoh: what a bad day! (benar-benar hari yang buruk)
  5. Menggunakan intensity word atau kata yang menunjukkan intensitas untuk mendramatisir cerita.
    contoh: very, much dan lain sebagainya.

E. Contoh Anecdote Text dan Penjelasannya

a snake in the bath, gambar untuk contoh anecdote text dan penjelasannyaContoh 1: Snake in The Bath

How would you like to find a snake in your bath? A nasty one too!

We had just moved into a new house, which had been empty for so long that everything was in a terrible mess. Anna and I decided we would clean the bath first, so we set to, and turned on the tap.

Suddenly to my horror, a snake’s head appeared in the plug-hole. Then out slithered the rest of his long thin body. He twisted and turned on the slippery bottom of the bath, spitting and hissing at us.

For an instant I stood there quite paralyzed. Then I yelled for my husband, who luckily came running and killed the snake with the handle of a broom. Anna, who was only three at the time, was quite interested in the whole business. Indeed I had to pull her out of the way or she’d probably have leant over the bath to get a better look!

Ever since then I’ve always put the plug in firmly before running the bath water.

Penjelasan:

  • Paragraf pertama: Absctract yang mengenalkan sesuatu yang ganjil secara singkat dengan mengajukan rhetoric question yang ganjil > pernahkah kamu mendapati ular di bak mandi? yang sedang bersarang?
  • Paragraf kedua: Orientation yang berusaha mengenalkan pelakunya yaitu saya, setting tempat yaitu di kamar mandi rumah baru, dan waktunya yaitu baru saja pindah rumah.
  • Paragraf ketiga: Crisis dimana pelaku mengalami masalah yaitu ketika melihat ular sedang melingkar di atas penyumbat lubang pembuangan air bak mandi.
  • Paragraf keempat: Reaction yaitu pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh pelaku dimana suami pelaku akhirnya membunuh ular tersebut dengan gagang shower.
  • Paragraf terakhir: Coda berisi kesimpulan penulis yang akan selalu mengambil penutup lubang bak mandi dengan cepat dan melemparkannya sebelum mengalirkan air mandi.

Demikianlah penjelasan tentangPengertian, Structure, Ciri-Ciri Anecdote Text dan Contohnya. Semoga membantu. Jika kamu suka artikel ini, mohon like dan tweetnya. Terima kasih.

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Komentar

7 Comments on "Pengertian, Structure, Ciri-Ciri Anecdote Text dan Contohnya"

Kabari saya jika
avatar
Susun berdasar:   terbaru | terlama
Agus H.

saya sudah membuat contoh dari anecdote text. tapi, saya belum tahu apakah itu anecdote text atau bukan.. bisakah anda membantu saya. ??

김규리

love it tenks..

Muhammad Athariq

wow

Awis Lahmutu

Thank you

Irma Riana Tobing

could you please send us another example of anecdote text?

wpDiscuz